ya ya ya, mengutip kami "mereka" menyebutnya hal bodoh belaka. Mengitari kosakata bermuara di pena diatas daun kelor?
Murka luntur dengan selayang pandang mengarah matahari terbenam, menata hidup baru (ku) dan memulainya dari garis finish. Seperti apa jadinya kalau aku berjalan mengitari bumi yg mulai memudar kehijaunnya dan seperti apa jadinya kalau aku berjalan diatas bumi yang mulai keropos. (AKU) kehilangan semangatku untuk menyayangimu.
***Pudar, pudar, pudar***
Hijau yang ku-inginkan, biru yang kubutuhkan. Kau selalu ingat aku dikala aku malas menyapamu dengan senyuman dan pelukan hangatku untukmu. Mereka-reka atas apa yang akan terjadi di hari kemarin, mengingat aku dikala kau menunggu malam hari tiba dan datang bulan. Bagaimana jika kau kuberi bulan pada siang hari dan sebaliknya? (nyaman bukan).
Kalian hanya bisa men-diagnosa, tetapi belum belajar agar dapat menjagaku!
Untuk Bumi yang semakin Hijau : )
harmonisasi
harmonisasi
No comments:
Post a Comment